Syiria 1 (Pendeta Bahiro)
Syiria 1 (Pendeta Bahiro) selama beberapa tahun ikut keluarga Abu Tholib, Nabi Muhammad Saw. sering menyaksikan pamannya melakukan perjalanan dagang bersama beberapa orang Quraisy. Pagi itu, ketika pamannya sedang mempersiapkan berbagai perbekalan, Nabi Muhammad Saw. berdiri di ambang pintu. Matanya sembab dan air matanya menetes perlahan membasahi pipinya yang putih. Penampilannya yang selalu rapi, bersih dan begitu tenangmemang seolah mampu memendam berbagai kenangan pahit yang dialaminya. Namun pagi itu, entah mengapa Nabi Muhammad Saw. tiba-tiba mencucurkan air matanya. Melihat hal itu, Abu Tholib segera menghentikan aktifitasnya. Hati kecilnya tak kuasa melihat tetesan air mata yatim piatu yang berdiri mematung di ambang pintu rumahnya. Buru-buru ia dekati kemenakannya itu. Didekapnya dengan lembut tubuh Nabi Muhammad Saw. yang mulai menampakkan kegagahannya. Dengan begitu haru Nabi Muhammad Saw. membenamkan tubuhnya kedalam pelukan pamannya. Bagi Nabi Muhammad Saw.,...