Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Syiria 1 (Pendeta Bahiro)

Syiria 1 (Pendeta Bahiro) selama beberapa tahun ikut keluarga Abu Tholib, Nabi Muhammad Saw. sering menyaksikan pamannya melakukan perjalanan dagang bersama beberapa orang Quraisy. Pagi itu, ketika pamannya sedang mempersiapkan berbagai perbekalan, Nabi Muhammad Saw. berdiri di ambang pintu. Matanya sembab dan air matanya menetes perlahan membasahi pipinya yang putih. Penampilannya yang selalu rapi, bersih dan begitu tenangmemang seolah mampu memendam berbagai kenangan pahit yang dialaminya. Namun pagi itu, entah mengapa Nabi Muhammad Saw. tiba-tiba mencucurkan air matanya. Melihat hal itu, Abu Tholib segera menghentikan aktifitasnya. Hati kecilnya tak kuasa melihat tetesan   air mata yatim piatu yang berdiri mematung di ambang pintu rumahnya. Buru-buru ia dekati kemenakannya itu. Didekapnya dengan lembut tubuh Nabi Muhammad Saw. yang mulai menampakkan kegagahannya. Dengan begitu haru Nabi Muhammad Saw. membenamkan tubuhnya kedalam pelukan pamannya. Bagi Nabi Muhammad Saw.,...

Tali Kasih

"barang siapa yang memberikan ilmu/pengetahuan (baik) kepada orang lain, maka Allah akan memberikan pengetahuan yang belum ia ketahui"   Alhamdulillah.. sesempit apapun waktu yang tersisa karna tersita oleh tugas-tugas lain, insaallah akan terus semangat untuk selalu berbagi.. 😇 oke, moggo scroll down.. Tali Kasih Lima hari setelah meninggalnyaa ibunda tercinta, Muhammad kecil diasuh oleh sang kakek, ‘Abdul Muthollib. Mulai hari itu kecintaan ‘Abdul Muthollib kepada Abdullah segera tumpah, tercurahkan seluruhnya pada cucu mungilnya ini. Kini usianya telah mencapai 100 tahun lebih. Di usianya yang masih udzur itu, pengaruh kepemimpinan beliau di bumi Mekah kian berwibawa. Seperti sebelum merenovasi sumur Zamzam, mertua Aminah ini sangat gemar berada di sisi Ka’bah. Untuk itulah keluarga beliau sengaja mempersiapkan sebuah permadani yang dihampar dibawah naungan Ka’bah. Karena begitu hormatnya terhadap ‘Abdul Muthollib, semenjak tempat itu disediakan, tidak a...